Jembatan Jembatan yang luar Biasa


1 Jembatan Oliveira di Brazil: Jembatan kabel bentuk X pertama di dunia
Jembatan
2. Tower Bridge (Britania Raya): Jembatan Victorian Paling Terkenal dan Terindah
Jembatan
3. Jembatan Banpo (Korea Selatan): Jembatan Air Mancur
Jembatan
4. Jembatan Millau (Perancis): Jembatan Tertinggi di Dunia
Jembatan
5. Jembatan Teluk Hangzhou (Cina): Jembatan Lintas Lautan Terpanjang di Dunia
Jembatan
6. Rolling Bridge (Britania Raya): Jembatan yang dapat menggulung sendiri
Jembatan
7. Jembatan Air Magdeburg (Jerman): Jembatan Air Terbesar di Eropa
Jembatan



Foto Kuman yang Sering Kita Makan


Memang seringkali anda tidak menyadari apa saja yang ada di sekitar kita begitupun dengan apa yang anda makan,khususnya dengan makhluk yang berukuran sangat kecil,yang tak bisa nampak sama mata telanjang.
1. Ini merupakan foto gambar kutu yang biasa hidup di bulu kucing dan anjing peliharaan.
Inilah hasil karya pemenang lomba fotografi sains Steve Gschmeissner yang berusia 61 tahun yang sudah berhasil mengabadikan beberapa kutu debu dan kutu makanan yang sangat kecil ukurannya, dan sangat susah terdeteksi juga terlihat oleh mata telanjang. Dikutip oleh beritaunik.net dari Daily Mail menyebutkan Steve Gschmeissner mengabadikan mahluk-mahluk mengerikan tersebut dengan kamera yang dilengkapi dengan Microscope zoom yang mampu memperbesar ukuran hingga beratus ratus kali.
2. Ini merupakan gambar dari kutu debu yang biasa hidup di sofa dan sprei tidur.
Masih menurut Steve Gschmeissner, kutu debu ini biasa tinggal di sofa kursi , gorden kita, sprei dan pakaian serta jaket yang digantung juga boneka boneka anak kita, mengerikan sekali bukan. Ternyata sehari hari kita ditemani oleh mahluk-mahluk horor bak monster ini.
3. Ini merupakan foto larva lalat hijau (belatung) yang diperbesar hingga 100 x zoom.
Steve Gschmeissner juga berhasil memotret larva lalat hijau alias belatung nampak dari kedekatan dan sangat jelas, wah sungguh mengerikan gan, persis seperti mahluk alien yang seram dan menakutkan. Pesan ruanghati.com,mari gan kita jaga kebersihan baik diri dan lingkungan kita agar senantiasa kita jauh dari mahluk mengerikan yang rentan membawa penyakit ini.
4. Kutu yang biasa hidup di roti, kue yang tidak dibungkus dengan kemasan yang higenis.
Beberapa kutu yang berhasil diabadikan Steve Gschmeissner yaitu kutu makanan, yang biasa tinggal di sereal atau makanan yang tidak dikemas dengan baik.makanya gan jangan jajan sembarangan di pinggir jalan, pasti itu makanan kena debu,dan kita ga tau apa aja yg ada dalam debu itu kan.


2 Landasan Pacu Paling Unik di Dunia


1. Bandara ini terletak di salah satu negara kecil koloni belanda yg berada d kepulauan karibia..keunikan bandara ini adalah ketika pesawat akan mendarat, jarak pesawat dengan orang2 sangatlah dekat.







2. Bandara gara kecil koloni inggris yg berada d antara benua afrika (maroko) dan eropa (spanyol) bukan d jepang gan (pasti agan2 ingetnya takeshi castle jembatan gibraltar),,keunikan bandara ini adalah ketika pesawat hendak lepas landas maka pesawat akan melewati jalan raya yg d lewati oleh mobil..










Sumber

Giethoorn, Desa Terapung di Belanda


Giethoorn adalah desa wisata di Belanda,yang dijuluki “Venesia dari Utara“. Dijuluki seperti itu karena tidak ada kendaraan darat bermotor yang bisa lalu lalang di sana, dan transportasi hanya bisa dilakukan di atas air, di kanal yang bercabang banyak menjadi aliran sungai – sungai kecil.
Air yang mengelilingi dan menggenangi desa itu berawal dari datangnya banjir besar St Elizabeth pada tahun 1170 , dan desa itu sendiri didirikan dan dikembangkan kembali pada 1230 ketika buronan Mediterania datang untuk menetap di sini. Para buronan menemukan banyak tanduk kambing liar yang mungkin telah tewas karena banjir, dan dari situlah nama desa itu berasal. Awalnya desa ini disebut ‘Geytenhorn’yang berarti ‘tanduk kambing‘, akhirnya menjadi Giethoorn setelah bertahun-tahun.
Banyak rumah-rumah dibangun di atas pulau-pulau kecil, dicapai melalui sebuah jembatan tinggi. Penduduk desa menggunakan perahu kecil dengan suara motor yang pelan yang dikenal sebagai kapal berbisik, dan jembatan kayu yang digunakan untuk menghubungkan satu pulau dengan yang lain.
Giethoorn menjadi terkenal, terutama setelah tahun 1958, ketika komedian asal Belanda Bert Haanstra membuat komedi terkenal “Fanfare” di sana.


3 Hal yang Terlewat Mahal di Jepang


Kita tahu bahwa Jepang memang terkenal sebagai negara dengan biaya hidup yang tinggi. Tapi tampaknya beberapa hal sengaja dijual kelewat mahal disana. Berikut adalah 3 hal yang dianggap terlalu mahal oleh para turis asing yang sedang berkunjung ke Jepang…

1. Makan di Restoran
Meskipun ada banyak restoran menawarkan harga yang wajar karena krisis ekonomi, banyak turis mengatakan bahwa makan di restoran Jepang kelewat mahal. Keluhan utamanya adalah bahwa porsi yang dihidangkan terlalu kecil, sehingga harga totalnya akan lebih mahal bagi mereka yang biasa makan banyak.
2. Buah Melon
Disini, buah melon (dari kota Yubari) pernah terjual dengan harga 2,5 juta yen atau sekitar Rp. 250 juta. Hampir semua turis asing terkejut bukan main ketika melihat sepasang buah melon yang dijual dengan harga antara 10.000 sampai 30.000 yen.
Ternyata orang Jepang menganggap bahwa buah melon adalah buah eksklusif yang sangat cocok untuk diberikan sebagai hadiah kepada atasan, klien besar atau orang tua.
3. Tiket Bioskop
Mau nonton film di Jepang? Sebagai turis, sebaiknya gak usah. Harga rata-rata tiket bioskop di Amerika Serikat adalah $7,95 (sekitar Rp. 70.000). Di Indonesia, tiket bioskop dijual antara Rp. 35.000 sampai Rp. 50.000. Di Jepang, kita harus membayar minimal 1.800 yen atau sekitar Rp. 180.000 untuk sekali nonton.


Jodhpur, Kota Biru dari India


Di India, terdapat kota yang seluruh rumahnya bercat biru. Kota tersebut adalahJodhpur, kota terbesar kedua di negara bagian Rajasthan, India. Terletak 335 kilometer (208 mil) barat dari ibukota negara bagian, Jaipur.
Kota ini menjadi destinasi wisata yang cukup populer, selain keunikan warna biru yang menyelimuti seluruh permukiman, Jodhpur juga memiliki situs berupa istana dan kuil-kuil. Kota ini juga dikelilingi oleh tembok batu tebal.
Berkunjung ke tempat ini tidak perlu harus tergantung dengan musim, karena cuacanya selalu cerah sepanjang tahun. Oleh sebab itu, Jodhpur dikenal juga sebagai “Sun City“. Meskipun julukan yang lebih terkenal disebut sebagai “Kota Biru“.
Yang menarik, alasan penduduk mengecat rumah mereka menjadi biru masih menjadi misteri. Bisa jadi, bila kita bertanya mengapa mereka mengecat rumahnya dengan warna biru, mereka menjawab karena warna biru akan membuat rumah mereka menjadi dingin dan bebas dari nyamuk.
Namun demikian, beberapa sumber menyebut alasan-alasan berikut ini:
1. Warna biru dipilih mengikuti orang-orang berkasta Brahmana yang selalu mengecat rumah mereka dengan warna biru, karena dewa-dewa biasanya selalu berwarna biru (pernah lihat film soal Dewa Krishna kecil?)
2. Warna biru untuk mengusir nyamuk
3. Menurut pendapat penduduk Jodhpur, warna biru bisa mendinginkan suasana rumah.
Guna menikmati keindahan lanskap Jodhpur, bisa dilihat dari Benteng Meherangarh. Benteng dengan tembok setinggi 35 meter ini memiliki jendela-jendela batu untuk melihat pemandangan di luar. Dari tempat inilah kita bisa mengagumi jajaran rumah biru yang sampai kini masih diselimuti misteri.


Kenapa Kita Suka Mabuk Kalau Membaca di Mobil


Saat asyik membaca koran atau majalah dalam sebuah perjalanan tiba-tiba kepala merasa pusing. Pernah mengalaimi kejadian seperti itu? Timothy C. Hain, guru besar ilmu saraf di Northwestern University Medical School, dan Charles M. Oman, direktur Man Vehicle Laboratory di M.I.T Center pernah menjelaskan tentang masalah ini.
Mabuk, entah akibat perjalanan menggunakan mobil atau kapal ataupun berada di ruang angkasa, merupakan suatu keadaan yang tidak menyenangkan akibat dari ketidakseimbangan antara situasi yang diharapkan otak dan informasi yang diterimanya melalui indera.
Untuk mengembalikan keseimbangan, otak mensintesis data dari berbagai sumber, termasuk penglihatan, sentuhan, dan telinga bagian dalam. Yang terakhir ini sangat penting karena otak mendeteksi gerakan kaku (angular motion) dan juga gerakan linear. Dalam banyak hal, semua input di terima. Ketika input tidak sesuai dengan situasi yang diharapkan otak, saat itulah terjadi mabuk atau rasa mual ingin muntah.
Bayangkan, Anda sedang duduk di jok belakang mobil sambil membaca. Mata Anda tertuju pada buku, dan ini diinformasikan ke otak bahwa Anda berada di dalam mobil.
Akan tetapi sewaktu kecepatan mobil berubah atau memutar, sensor dalam telinga Anda menangkap ada sesuatu yang berubah dan diinformasikan ke otak. Sayangnya otak membantah kenyataan itu karena ia menerima sinyal dari mata.
Ketidakseimbangan informasi inilah yang mengakibatkan mabuk. Melihat keluar jendela akan membantu mengurangi hal itu. Tak heran jika pengemudi jarang mabuk, karena dia tidak hanya memiliki sensor informasi yang pas karena dia yang mengontrol mobil. Jadi sensor yang dimiliki sopir siap dengan berbagai bentuk gerakan.
Cara itu bisa diterapkan jika Anda ingin bebas dari mabuk laut. Tetaplah berada di geladak kapal sehingga Anda bisa melihat cakrawala. Sekali sistem keseimbangan Anda telah mempelajari bagaimana mengatasi gerakan kapal ketika Anda mendapatkan guncangan, setelah itu dijamin tidak akan mabuk deh.
Namun dampaknya juga masih bisa Anda rasakan saat ke darat, tubuh Anda masih tetap dapat merasakan gerakan kapal untuk beberapa jam atau bahkan beberapa hari.
Mabuk juga bisa dialami oleh para astronaut. Data menunjukkan bahwa mabuk angkasa diderita oleh 70% calon astronot. Dalam keadaan tanpa bobot atau gravitasi mikro, kondisi dalam telinga tidak dapat menentukan posisi naik atau turun.
Beberapa anggota kru mengatakan bahwa mereka secara terus menerus merasakan bahwa posisi mereka terbalik, meskipun orientasi mereka sudah benar.'